Apel Pagi Senin, 12 Oktober 2026
Pembina Apel: Ustadzah Laili Salma Mardhiyah
Mengangkat tema “Perubahan Besar Dimulai dari Keberanian Mengakui Kekurangan Diri”, Ustadzah Laili mengajak para santri untuk bermuhasabah dan melihat kembali hal-hal dalam diri yang masih perlu diperbaiki.
Beliau mengingatkan bahwa setiap orang tentu senang ketika mendapat pujian, baik karena rajin, memiliki hafalan yang baik, maupun menunjukkan sikap terpuji. Sebaliknya, teguran mengenai kekurangan diri terkadang sulit diterima. Padahal, nasihat dan teguran tidak selalu berarti merendahkan, tetapi dapat menjadi kesempatan untuk menyadari hal-hal yang sebelumnya luput dari perhatian.
Pesan tersebut selaras dengan firman Allah SWT dalam QS. Ar-Ra’d ayat 11 yang menjelaskan bahwa Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Ayat ini menjadi pengingat bahwa keinginan untuk menjadi lebih baik perlu disertai kesediaan untuk mengevaluasi diri dan melakukan perubahan nyata.
Dalam amanatnya, Ustadzah Laili juga menekankan pentingnya sikap rendah hati dalam proses belajar. Kesadaran bahwa diri masih memiliki kekurangan bukanlah alasan untuk merasa rendah diri, melainkan dorongan untuk terus belajar dan memperbaiki diri. Santri yang menyadari masih memiliki kekurangan akan lebih mudah menerima nasihat, belajar dari kesalahan, dan berusaha meninggalkan kebiasaan buruk.
Selain itu, para santri diajak untuk tidak terlalu sibuk memperbaiki orang lain hingga melupakan diri sendiri. Mengingatkan dan menasihati teman merupakan hal yang baik, tetapi perlu disertai kemauan untuk mengevaluasi diri. Proses memperbaiki diri merupakan perjalanan bersama, baik bagi santri maupun para pendidik, sehingga nasihat hendaknya disampaikan dan diterima dengan cara yang baik.
Menutup amanatnya, Ustadzah Laili mengajak para santri untuk terus bertumbuh secara bertahap. Tidak harus menjadi yang paling hebat, tetapi terus berusaha menjadi lebih baik dari hari ke hari. Selama masih diberi kesempatan hidup, setiap orang memiliki peluang untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ilmu, iman, akhlak, serta amalnya.
Melalui amanat ini, para santri diharapkan semakin terbuka dalam menerima nasihat, berani mengakui kekurangan, dan istiqamah dalam memperbaiki diri. Sebab, perubahan yang berarti dimulai ketika seseorang bersedia melihat kekurangannya dan mengambil langkah nyata untuk menjadi lebih baik.

