Hidayatullah Kota Bandung Berita Mengenali Nilai Diri dan Fokus Pada Proses
Berita Blog Mutiara Islam PPTQ Nurul Hasna Semangat Pagi

Mengenali Nilai Diri dan Fokus Pada Proses

Apel Pagi Senin, 28 September 2026

Pembina Apel: Ustadzah Siti Nurjanah

Nilai seseorang tidak selalu ditentukan oleh bagaimana orang lain melihatnya. Pesan tersebut disampaikan dalam amanat apel pagi Senin, 28 September 2026, melalui sebuah perumpamaan sederhana menggunakan uang pecahan Rp. 100.000.

Di hadapan para santri, uang tersebut ditunjukkan sebagai contoh. Para santri kemudian diajak membayangkan beberapa kondisi. Bagaimana jika uang tersebut diremas, diberikan kepada orang lain, disobek, atau bahkan dijatuhkan dan diinjak? Apakah mereka masih menginginkannya?

Jawabannya tetap sama: ya.

Meskipun bentuk dan kondisinya berubah, uang tersebut tetap memiliki nilai yang sama. Dari perumpamaan itu, para santri diajak memahami bahwa keadaan yang sedang dialami seseorang tidak serta-merta menghilangkan nilai yang dimilikinya.

Dalam kehidupan sehari-hari, seseorang bisa saja mengalami kegagalan, melakukan kesalahan, mendapat penilaian yang kurang baik, atau berada dalam kondisi yang tidak sesuai harapan. Namun, hal tersebut bukan berarti dirinya kehilangan nilai.

Pesan tersebut kemudian diarahkan pada kehidupan santri. Nilai seorang santri tidak hanya dilihat dari seberapa banyak hafalan yang dimiliki, seberapa tinggi nilai pelajaran, atau seberapa menonjol dibandingkan teman-temannya. Ada proses yang sedang dijalani dan ada hal-hal yang sedang dikerjakan yang juga memiliki nilai.

Karena itu, para santri diajak untuk tidak terlalu sibuk melihat pencapaian orang lain hingga melupakan proses yang sedang dijalani. Setiap orang memiliki perjalanan dan kemampuan yang berbeda. Yang terpenting adalah memahami apa yang sedang menjadi tanggung jawab saat ini dan mengerjakannya dengan sebaik-baiknya.

Menjadi santri bukan tentang membuktikan diri lebih baik dari orang lain, tetapi bagaimana ilmu, hafalan, kedisiplinan, dan berbagai kegiatan yang dijalani di pondok dapat menjadi bagian dari proses membentuk diri.

Melalui amanat tersebut, para santri juga diajak untuk lebih menghargai proses. Tidak semua hasil harus terlihat besar dalam waktu singkat. Hal-hal yang sedang dikerjakan hari ini, sekecil apa pun, tetap memiliki nilai ketika dilakukan dengan sungguh-sungguh.

Pada akhirnya, pertanyaan yang perlu diperhatikan bukan hanya tentang bagaimana orang lain menilai diri kita, tetapi apa yang sedang kita lakukan dan nilai apa yang sedang kita bangun melalui proses tersebut.

Dengan memahami nilai diri dan tetap fokus pada apa yang sedang dijalani, para santri diharapkan dapat menjalani kehidupan di pondok dengan lebih tenang, tidak mudah terpengaruh oleh perbandingan, serta mampu menghargai setiap proses yang sedang mereka lalui.

Exit mobile version