Dakwah Khutbah

Menjaga Lisan dan Etika Digital

Di tengah arus digitalisasi yang semakin pesat, seharusnya kemudahan berkomunikasi mempererat tali silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah. Namun nyatanya, era serba digital kerap memicu keretakan hubungan antar sesama, baik karena lisan yang tak terjaga di kolom komentar maupun maraknya penyebaran fitnah akibat hilangnya etika dalam bermedia sosial.

Naskah khutbah Jumat ini berjudul: “Menjaga Lisan dan Etika Digital”. Materi ini mengupas bagaimana seorang Muslim seharusnya menimbang setiap ketikan jempolnya agar tidak menjadi dosa jariyah di akhirat kelak. Untuk mencetak naskah khutbah Jumat ini, silakan klik atribut download di bawah artikel ini. Semoga bermanfaat bagi khatib dan jamaah dalam menjaga adab di dunia maya!


Khutbah Jum’at: Menjaga Lisan dan Etika Digital

KHUTBAH PERTAMA


اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ، اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Mengawali khutbah ini, marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Takwa dalam arti menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, baik dalam keadaan sendirian maupun di tengah keramaian, baik di dunia nyata maupun di dunia maya.
Saat ini, kita hidup di era di mana informasi berpindah lebih cepat daripada kedipan mata. Media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari hidup kita. Namun, perlu kita sadari bahwa setiap huruf yang kita ketik, setiap gambar yang kita bagikan, dan setiap komentar yang kita kirimkan, semuanya akan dicatat oleh Allah SWT.
Allah SWT mengingatkan dalam Surah Qaf ayat 18:


مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

“Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat).”

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Dulu, dosa lisan mungkin hanya didengar oleh orang yang ada di hadapan kita. Namun sekarang, satu fitnah atau satu berita bohong (hoaks) yang kita sebar di media sosial bisa dibaca oleh ribuan bahkan jutaan orang dalam sekejap. Inilah yang dikhawatirkan menjadi Dosa Jariyah—dosa yang terus mengalir meskipun kita sudah meninggal dunia, karena jejak digital yang buruk tersebut masih terus dibagikan oleh orang lain.
Oleh karena itu, Rasulullah SAW memberikan tuntunan singkat namun sangat dalam:


مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata baik atau diam.” (HR. Bukhari & Muslim).
Sebelum menyebarkan informasi atau berkomentar, marilah kita melakukan Tabayyun (klarifikasi). Jangan sampai kita menjadi penyebar permusuhan, pemutus tali silaturahmi, atau penghancur kehormatan saudara kita sendiri hanya demi sebuah “konten” atau kepuasan sesaat.
Sebagai penutup khutbah pertama ini, marilah kita renungkan firman Allah SWT dalam Surah Al-Ahzab ayat 70-71 yang memerintahkan kita untuk selalu berkata benar agar amal kita diperbaiki oleh-Nya:


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا . يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا


“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar. Niscaya Allah akan memperbaiki amal-amalmu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan barangsiapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh, dia telah mendapat kemenangan yang besar.”


بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْم

KHUTBAH KEDUA


اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، اِتَّقُوا اللهَ تَعَالَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ، وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ. فَقَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا


Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Sebagai kesimpulan khutbah kita pada hari yang mulia ini, ada tiga hal yang perlu kita bawa pulang sebagai pedoman dalam berinteraksi di dunia digital:

  1. Kesadaran akan Malaikat: Ingatlah bahwa tidak ada satu pun komentar atau unggahan yang luput dari catatan malaikat. Layar ponsel mungkin menyembunyikan wajah kita dari manusia, tapi tidak dari Allah.
  2. Saring sebelum sharing: Jadikan tabayyun (klarifikasi) sebagai kebiasaan. Jangan menjadi bagian dari rantai penyebar fitnah yang merusak kehormatan orang lain.
  3. Investasi Jariyah: Pastikan apa yang kita tinggalkan di internet adalah ilmu yang bermanfaat atau nasihat kebaikan, sehingga ia menjadi pahala yang terus mengalir, bukan dosa yang tak kunjung usai.
    Semoga Allah SWT senantiasa membimbing lisan dan jari-jemari kita agar hanya menggoreskan kebaikan yang membawa kita ke surga-Nya.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ
اَللّٰهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ، وَانْصُرْ عِبَادَكَ الْمُوَحِّدِيْنَ
اَللّٰهُمَّ اجْعَلْ أَلْسِنَتَنَا رَطْبَةً بِذِكْرِكَ، وَأَصَابِعَنَا لَا تَكْتُبُ إِلَّا مَا يُرْضِيْكَ. اَللّٰهُمَّ اجْعَلْ هٰذَا الْبَلَدَ آمِنًا مُطْمَئِنًّا وَسَائِرَ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Ustadz Endang Abdul Rohman, Pembina PPTQ Nurul Hasna Kota Bandung

[Klik di Sini untuk Download Naskah Lengkap PDF/Word]

Leave feedback about this

  • Quality
  • Price
  • Service

PROS

+
Add Field

CONS

+
Add Field
Choose Image
Choose Video