Berita Motivasi Pendidikan PPTQ Nurul Hasna Semangat Pagi

Manfaatkan Setiap Kesempatan

Apel Pagi Senin, 3 Agustus 2026

PPTQ Nurul Hasna

Pembina Apel: Ustadz Uup Saepullah

Mengawali Tahun Ajaran Baru

Mengawali kegiatan Tahun Ajaran 2026/2027 dengan melaksanakan apel pada Senin pagi. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh santri ini menjadi momentum untuk menumbuhkan kembali semangat belajar, memperkuat kedisiplinan, serta membangun komitmen dalam menjalani kehidupan di pesantren.

Ketua Yayasan Hidayatullah Kota Bandung, Ustadz Uup Saepullah sebagai pembina apel, menyampaikan amanat bertajuk “Ketika Kesempatan Itu Sudah Berlalu”. Dalam amanatnya, beliau mengajak seluruh santri untuk menyadari bahwa kesempatan menjadi penuntut ilmu, terlebih sebagai penghafal Al-Qur’an, merupakan nikmat yang patut disyukuri dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

Mengawali penyampaiannya, Ustadz Uup mengutip sabda Rasulullah SAW, “Manfaatkanlah lima perkara sebelum datang lima perkara”. Dari hadits tersebut, beliau mengajak santri merenungkan tiga kesempatan yang sering kali baru disadari nilainya ketika telah berlalu, yaitu masa muda sebelum datang masa tua, waktu luang sebelum datang kesibukan, dan kehidupan sebelum datang kematian.

Masa Muda Adalah Waktu Terbaik

Menurut beliau, masa muda adalah waktu terbaik untuk membangun diri melalui ilmu, ibadah, dan akhlak yang baik. Rutinitas di pesantren seperti menghafal Al-Qur’an, belajar, beribadah, serta mengikuti berbagai kegiatan mungkin terasa melelahkan. Namun, di balik proses tersebut tersimpan bekal berharga yang akan menjadi penolong dalam menjalani kehidupan di masa depan.

Beliau juga mengingatkan agar para santri tidak menyia-nyiakan waktu yang dimiliki selama berada di pesantren. Kesempatan belajar di lingkungan yang dekat dengan Al-Qur’an merupakan anugerah yang tidak dimiliki semua orang. Oleh karena itu, setiap santri didorong untuk terus memperbaiki bacaan Al-Qur’an, menambah hafalan, meningkatkan kualitas ibadah, serta membentuk akhlak yang mulia.

Lebih lanjut, Ustadz Uup menegaskan bahwa tujuan pendidikan di pesantren bukan sekadar melahirkan lulusan yang memiliki ijazah atau prestasi akademik. Lebih dari itu, pesantren berupaya membentuk generasi yang berilmu, beriman, berakhlak mulia, serta mampu memberikan manfaat bagi agama, masyarakat, dan bangsa. Beliau berharap para santri kelak tetap menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, apa pun profesi yang mereka jalani di masa depan.

Di akhir amanatnya, Ustadz Uup mengajak seluruh santri untuk menghormati ustadz dan ustadzah, berbakti kepada kedua orang tua, menjaga persaudaraan, serta menikmati setiap proses pembelajaran dengan penuh kesungguhan. Beliau menutup amanatnya dengan sebuah pesan yang menjadi inti dari seluruh nasihat yang disampaikan, “Jangan menunggu kehilangan untuk menghargai sebuah kesempatan”.

Melalui apel awal Tahun Ajaran 2026/2027 ini, diharapkan seluruh santri memiliki semangat baru dalam menuntut ilmu, memanfaatkan setiap kesempatan yang Allah SWT berikan, serta terus bertumbuh menjadi generasi Qur’ani yang berilmu, berakhlak, dan siap memberikan manfaat bagi umat.

Leave feedback about this

  • Quality
  • Price
  • Service

PROS

+
Add Field

CONS

+
Add Field
Choose Image
Choose Video